Saturday, August 8, 2015

5 tahun perjalanan MWATHIRIKA


- for this article, it will be written in Bahasa Indonesia -

MWATHIRIKA berumur 5 tahun.
Bagi kami, sebuah kelompok teater boneka yang lahir dan tumbuh di Indonesia sejak 9 tahun yang lalu, ini adalah hal yang istimewa.

MWATHIRIKA adalah sebuah titik balik dalam perjalanan Papermoon.
4 tahun pertama perjalanan Papermoon, kami cukup produktif membuat pementasan .
Dalam satu tahun kami bisa menelurkan paling tidak 2-5 karya .
Tapi semuanya tak ada yang berumur panjang.
Untuk pertunjukan yang dikemas untuk dipentaskan di gedung pertunjukan, paling banter usia pementasannya hanya 3 hari.
Setelah itu kami tak pernah berpikir untuk mementaskannya lagi.
Proses panjang berbulan-bulan kami anggap lumrah untuk dihentikan setelah pentas 3 hari lamanya.

Boneka-boneka yang kami garap berminggu-minggu akan dengan cepat masuk kandang.
Tak pernah disentuh lagi.
Kami selalu beranggapan, saatnya kita bikin pentas baru lagi, lagi, lagi, lagi.
Pokoknya harus baru.

tapi semua berubah saat kami membuat pementasan yang satu ini.
Belajar dari banyak seniman pertunjukan di mancanegara , kami memutuskan untuk mulai membuat pementasan yang bisa berumur panjang.
Kenapa?
karena bagi kami ternyata berbulan-bulan proses membuat pementasan itu seharusnya bisa menghasilkan karya yang usianya bisa melebihi masa pembuatannya.
dan karena kami mau hidup panjang dari karya yang kami buat.



Membuat karya yang bisa berumur panjang, artinya kami harus bisa membuat karya yang bicara pada banyak orang.
 Dengan pilihan tema 'kehilangan', kami mulai membicarakan bukan hanya sejarah kami sendiri, tapi juga sejarah orang lain, sejarah bangsa lain.

Ketika MWATHIRIKA versi pertama dibuat, kami memang 'pol polan' dalam segi artistik. Semua setting bahannya kayu. bagus, tapi berat.
Untuk pentas di Jakarta saja kami harus menyewa satu buah truk untuk membawa semua setting dan propertinya.

Dan saya masih ingat betul, saat kami memasukkan satu persatu setting rumah kayu ke atas truk, kami sudah bertekad membuat versi ringkas dari setting MWATHIRIKA, demi mewujudkan mimpi kami bahwa karya ini harus berumur panjang.

Tim kami waktu itu berkutat dengan desain dan teknik bagaimana semua setting kami bisa dibongkar pasang, dan masuk ke dalam koper, meskipun secara artistik tetap bisa dipertanggungjawabkan.

Berhasil.

Di tahun kedua, MWATHIRIKA berangkat tur ke 7 kota di Amerika Serikat, meliputi Washington DC dan New York City.
Perjalanan Mwathirika berlanjut ke Singapura, segera setelah kami pulang dari Negeri Paman Sam.

Di tahun ketiga, MWATHIRIKA dipentaskan di Darwin, Australia.

Tentu saja urusannya bukan hanya karena MWATHIRIKA bisa diusung 7-8 orang dengan setting, boneka, dan properti yang semuanya masuk ke dalam bagasi.

Tapi juga karena keinginan besar kami untuk bicara pada lebih banyak orang...




dan ini tahun kelima MWATHIRIKA.
Tahun yang sangat berarti buat kami semua.
Bukan hanya karena kami akan mulai menjejakkan kaki ke tanah Scotlandia dan Britania Raya., yang kemudian langsung berlanjut ke Adelaide, Australia..
Tahun ini, untuk pertama kalinya, dua orang konseptor, sekaligus sutradara dan direktur artistik Papermoon - saya dan Iwan- tak akan menggawangi seluruh perjalanan tim MWATHIRIKA.

Bagaimana rasanya ?
seperti yang saya dan iwan katakan kepada teman-teman yang menggawangi Mwathirika kali ini,
mungkin rasanya seperti pertama kali melepas anak sendiri untuk pergi jauh.
Kali ini, banyak tugas yang biasanya kami pikul, harus dititipkan ke bahu teman-teman ..
mereka harus belajar lebih banyak hal, seperti halnya kami juga harus belajar mengikhlaskan.
Memang tidak sederhana..
Tapi modal kami, selain berusaha keras, tapi juga kepercayaan yang tidak main-main.


Minggu depan tim kami akan berangkat.
Mereka akan menapakkan kakinya di tanah tanah yang belum pernah kami jelajahi sebelumnya.
Saya agak sentimentil tentu saja..
dan di dalam hati merasa sangat bangga...

Minggu depan, di tanggal yang sama,
15 Agustus, MWATHIRIKA akan dipentaskan perdana di Edinburgh Fringe Festival, 
sedangkan saya dan Iwan akan mementaskan sebuah karya baru "HIDE and Seek" di The Museum of Art Kochi-Jepang.




Selamat bercerita pada lebih banyak orang, teman...
Titip Moyo, Tupu , Baba, Haki dan Lacuna...
semoga masih ada umur yang lebih panjang lagi untuk MWATHIRIKA dan karya-karya Papermoon lainnya..

amin.